Abu Musa Jabir Bin Hayyan Ilmuwan Muslim Penemu Ilmu Kimia

  • Whatsapp
Abu Musa Jabir Bin Hayyan Ilmuwan Muslim Penemu Ilmu Kimia
banner 468x60

Inidia.id – Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir bin Hayyan Al-Kuffi As-Sufi. Berkat keahlian dan kepandaiannya dalam ilmu kimia, Abu Musa Jabir bin Hayyan atau dunia Barat menyebutnya Geber, dikenal sebagai “Bapak Ilmu Kimia Modern Dunia”.

Era keemasan Islam telah melahirkan para filosuf, ekonom, pakar militer, astronom, sosiolog bahkan ahli kimia. Nama Gebert dikenal sebagai bapak ahli kimia modern, yang ternyata adalah ilmuan Muslim. Bernama lengkap Abu Musa Jabir bin Hayyan, namun di dunia barat dikenal sebagai Gebert. Gebert lahir dan mendapat pendidikan di Kuffah (Irak) pada tahun 750 Masehi dan meninggal tahun 803 Masehi. 

Kontribusi terbesar Jabir atau Gebert adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali.

Dia menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.

Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.

Adapun beberapa penemuan Jabir Ibn Hayyan diantaranya adalah: asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas. 

Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca. Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol. 

Jika kita mengetahui kelompok metal dan non-metal dalam penggolongan kelompok senyawa, maka yang pertamakali dilakukan oleh Jabir dengan mengelompokkan senyawa berikut: pertama, Spirits, yang menguap ketika dipanaskan, seperti camphor, arsen dan amonium klorida. Kedua, Metals, seperti emas, perak, timbal, tembaga dan besi. Dan Stones, yang dapat dikonversi menjadi bentuk serbuk.

Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya (diterjemahkan oleh Robert of Chester – 1144) dan Kitab al-Sab’een (diterjemahkan oleh Gerard of Cremona – 1187).

Beberapa tulisa Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku berjudul, Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury. Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional, seperti istilah “Alkali” dan sebagainya. (Dari berbagai sumber).

Gelar itu diberikan oleh para ahli kimia di seluruh dunia, berkat kemampuan Abu Musa Jabir bin Hayyan dalam membuat eksperimen secara sistematis. Kehebatan Abu Musa Jabir sulit disaingi oleh ahli kimia manapun hingga kini.

Sebagian kalangan ilmuwan menyebutkan, bahwa jika ingin mencari asal usul perkembangan ilmu kimia di Eropa, maka pelajarilah secara langsung karya-karya Jabir bin Hayyan.

Abu Musa Jabir bin Hayyan mempelajari bidang pengobatan dan kimia di Kufah (Irak) pada zaman Khalifah Sultan Harun Ar-Rasyid. Abu Musa Jabir bin Hayyan juga pernah berguru pada Barmaki Vizier.

Ratusan karya monumentalnya mempercepat perkembangan ilmu kimia. Sumbangan terbesar beliau dalam ilmu kimia, sudah lebih dari 100 risalah hasil tulisan dan telah diabadikan sampai sekarang.

Abu Musa Jabir bin Hayyan memperkenalkan model penelitian dengan cara eksperimen di dunia kimia. Oleh karena itu, ia dipandang sebagai salah satu ilmuwan yang berperan besar bagi perkembangan ilmu kimia modern.

Ia banyak melakukan eksperimen dalam ilmu kimia untuk mencapai kemajuan dalam bidang penelitian. Ia juga menemukan pengetahuan untuk pengembangan baja, anti karat, tinta emas, penggunaan bijih mangan untuk membuat gelas, bahan pengering pakaian, penyamakan kulit, pelapisan bahan anti air  pada pakaian, serta campuran bahan cat dan pelumas.

Tak hanya itu, ia juga mengembangkan cara pelumeran emas dengan aqua regia. Selain itu, istilah alkali, pertama kali ditemukan oleh Abu Musa Jabir bin Hayyan.

Sementara itu, Abu Musa Jabir bin Hayyan juga ikut berperan besar dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi, dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.

Karya-karya Abu Musa Jabir bin Hayyan sangat banyak. Bahkan, buku-buku yang ditulisnya menjadi sangat populer di Eropa selama beberapa abad.

Karya Abu Musa Jabir bin Hayyan antara lain Kitab Al-Kimya (The Book of the Composition of Alchemy), Kitab Al-Sab’een, Kitab Al Rahmah, Al Tajmi, Al Zilaq al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, dan Book of Balance. (Vina – Dikutip dari ebookanak.com)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *